Cara Menambahkan Bollinger Bands di Excel: Panduan Langkah-demi-Langkah

post-thumb

Menambahkan Bollinger Bands di Excel: Panduan Langkah-demi-Langkah

Jika Anda adalah seorang trader atau investor saham, Anda mungkin pernah mendengar tentang Bollinger Bands. Diciptakan oleh John Bollinger, alat analisis teknikal ini digunakan untuk mengukur volatilitas dan mengidentifikasi potensi pembalikan tren. Pita ini terdiri dari garis tengah, yang biasanya berupa rata-rata bergerak, dan pita atas dan bawah yang didasarkan pada deviasi standar.

Menambahkan Bollinger Bands ke lembar kerja Excel Anda dapat memberikan wawasan yang berharga mengenai pergerakan harga suatu saham atau instrumen keuangan lainnya. Dengan merepresentasikan secara visual volatilitas dan potensi level support dan resistance, Bollinger Bands dapat membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat.

Daftar isi

Untuk menambahkan Bollinger Bands di Excel, Anda perlu menghitung nilai pita tengah, pita atas, dan pita bawah. Anda bisa menggunakan fungsi dan rumus bawaan Excel untuk melakukannya. Pertama, hitung pita tengah dengan memilih periode rata-rata bergerak, misalnya 20 hari, dan menghitung harga penutupan rata-rata selama periode tersebut. Selanjutnya, hitung pita atas dengan menambahkan kelipatan deviasi standar, biasanya 2, ke pita tengah. Terakhir, hitung band bawah dengan mengurangkan kelipatan standar deviasi yang sama dari band tengah.

Setelah Anda menghitung nilai pita tengah, atas, dan bawah, Anda dapat memplotnya pada bagan di Excel. Gunakan jenis grafik garis atau grafik sebar dan sertakan tanggal atau waktu pada sumbu x dan harga pada sumbu y. Plotkan pita tengah sebagai garis solid di tengah grafik, dan pita atas dan bawah sebagai garis putus-putus di atas dan di bawah pita tengah.

Dengan menambahkan Bollinger Bands di Excel, Anda dapat meningkatkan kemampuan analisis teknikal Anda dan meningkatkan keputusan trading Anda. Bereksperimenlah dengan periode rata-rata bergerak dan kelipatan deviasi standar yang berbeda untuk menemukan pengaturan yang paling sesuai untuk saham atau instrumen keuangan tertentu yang Anda analisis. Ingat, Bollinger Bands hanyalah salah satu alat di dalam kotak peralatan trader, dan harus digunakan bersama dengan indikator teknikal dan analisis fundamental lainnya untuk membuat keputusan trading yang menyeluruh.

Apa itu Bollinger Bands?

Bollinger Bands adalah alat analisis teknikal yang dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini merupakan indikator yang banyak digunakan di pasar keuangan, khususnya di bidang analisis teknikal.

Bollinger Bands terdiri dari tiga garis: garis tengah, garis atas, dan garis bawah. Pita tengah biasanya merupakan rata-rata bergerak sederhana, dan pita atas dan bawah dihitung dengan menambahkan dan mengurangi deviasi standar dari pita tengah.

Pita-pita ini digunakan untuk mengukur volatilitas instrumen keuangan dan mengidentifikasi potensi pembalikan harga. Ketika harga bergerak di dalam band, harga dianggap berada dalam kisaran. Namun, ketika harga menembus band, hal ini dianggap sebagai sinyal pergerakan harga yang signifikan.

Bollinger Bands dapat membantu para trader untuk menentukan kapan pasar mengalami overbought atau oversold. Ketika harga mencapai band atas, ini menunjukkan bahwa pasar overbought dan mungkin akan mengalami koreksi atau pembalikan. Di sisi lain, ketika harga menyentuh band bawah, ini menunjukkan bahwa pasar oversold dan mungkin akan mengalami pemantulan atau pembalikan.

Baca Juga: Apa rumus untuk moving average? | Penjelasan Ahli

Para trader juga menggunakan Bollinger Bands untuk mengidentifikasi peluang trading. Contohnya, saat harga diperdagangkan di dekat band bawah dan mulai bergerak lebih tinggi, ini bisa menjadi sinyal untuk membeli. Demikian pula, ketika harga diperdagangkan di dekat band atas dan mulai bergerak lebih rendah, itu bisa menjadi sinyal untuk menjual.

Bollinger Bands dapat ditambahkan ke grafik di Excel menggunakan grafik dan alat grafik bawaan. Dengan mengikuti panduan langkah demi langkah, Anda bisa dengan mudah menambahkan Bollinger Bands ke grafik Excel Anda dan menganalisa pergerakan harga instrumen finansial.

Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Menambahkan Bollinger Bands di Excel

Menambahkan Bollinger Bands ke grafik Excel Anda dapat membantu Anda menganalisis dan menginterpretasikan data keuangan dengan lebih efektif. Bollinger Bands adalah alat analisis teknikal populer yang memberikan wawasan tentang volatilitas harga dan potensi peluang trading. Dalam panduan langkah demi langkah ini, kami akan memandu Anda melalui proses penambahan Bollinger Bands pada grafik Excel Anda.

  1. Buka lembar kerja Excel Anda dan cari kumpulan data yang ingin Anda analisis dengan Bollinger Bands.
  2. Buat tiga kolom tambahan di samping kumpulan data Anda untuk perhitungan Bollinger Bands. Beri label kolom-kolom ini “Upper Band”, “Lower Band”, dan “Middle Band”.
  3. Pada baris pertama kolom “Upper Band”, masukkan rumus “=AVERAGE(A2:A21) + (STDEV.P(A2:A21) * 2)” dan tekan Enter. Rumus ini menghitung nilai band atas.
  4. Pada baris pertama kolom “Lower Band”, masukkan rumus “=AVERAGE(A2:A21) - (STDEV.P(A2:A21) * 2)” dan tekan Enter. Formula ini menghitung nilai band bawah.
  5. Pada baris pertama kolom “Middle Band”, masukkan rumus “=AVERAGE(A2:A21)” dan tekan Enter. Rumus ini menghitung nilai band tengah.
  6. Salin rumus di kolom “Upper Band,” “Lower Band,” dan “Middle Band” dan tempelkan di sel yang sesuai untuk set data Anda yang lain.
  7. Pilih rentang data untuk pita atas, bawah, dan tengah.
  8. Klik tab “Sisipkan” pada pita Excel dan pilih jenis grafik “Garis”.
  9. Pilih gaya bagan garis dasar yang paling sesuai dengan preferensi Anda.
  10. Klik kanan pada bagan dan pilih “Pilih Data.”
  11. Pada bagian “Entri Legenda (Seri)”, klik “Tambah.”
  12. Pada kolom “Nama Seri”, masukkan nama deskriptif untuk Bollinger Bands Anda.
  13. Pada kolom “Series Values”, pilih rentang data untuk band tengah.
  14. Klik “OK” untuk menutup kotak dialog “Select Data Source”.
  15. Klik kanan pada garis tengah pada grafik dan pilih “Format Seri Data”.
  16. Pada bagian “Line”, pilih warna dan gaya garis yang Anda inginkan.
  17. Ulangi langkah 11-16 untuk band atas dan bawah, dengan memilih rentang data masing-masing dan memilih warna dan gaya garis yang berbeda.
  18. Format grafik sesuai keinginan, tambahkan judul, label sumbu, dan elemen lain yang akan meningkatkan kejelasannya.
  19. Grafik Anda dengan Bollinger Bands sekarang siap untuk dianalisis dan diinterpretasikan.

Dengan mengikuti petunjuk langkah demi langkah ini, Anda dapat dengan mudah menambahkan Bollinger Bands ke grafik Excel Anda dan mendapatkan wawasan berharga mengenai volatilitas harga dan potensi peluang trading. Bereksperimenlah dengan berbagai pengaturan dan interpretasi untuk menemukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga: Apakah layak trading tanpa stop loss? Pro dan kontra trading tanpa stop loss.

PERTANYAAN UMUM:

Apa itu Bollinger Bands?

Bollinger Bands adalah alat analisis teknikal yang terdiri dari pita tengah, pita atas, dan pita bawah. Pita tengah biasanya berupa rata-rata bergerak sederhana, sedangkan pita atas dan bawah dihitung sebagai deviasi standar dari pita tengah.

Bagaimana cara menambahkan Bollinger Bands di Excel?

Untuk menambahkan Bollinger Bands di Excel, Anda perlu menghitung rata-rata bergerak untuk pita tengah, serta pita atas dan bawah berdasarkan deviasi standar. Setelah Anda memiliki perhitungan, Anda dapat memplot band pada diagram garis di Excel.

Apa pentingnya Bollinger Bands?

Bollinger Bands digunakan oleh para trader dan analis untuk mengidentifikasi potensi kondisi overbought atau oversold di pasar. Ketika harga aset bergerak mendekati band atas, maka aset tersebut dapat dianggap overbought, sementara pergerakan mendekati band bawah dapat mengindikasikan kondisi oversold.

Dapatkah Bollinger Bands membantu memprediksi pergerakan harga di masa depan?

Bollinger Bands sendiri tidak dapat memprediksi pergerakan harga di masa depan dengan pasti. Bollinger Bands adalah alat yang membantu mengidentifikasi potensi kondisi overbought atau oversold di pasar, tetapi analisis dan indikator lain harus digunakan untuk membuat keputusan trading yang tepat.

Apakah Bollinger Bands cocok untuk semua jenis instrumen keuangan?

Bollinger Bands dapat digunakan pada berbagai instrumen keuangan, termasuk saham, komoditas, Forex, dan mata uang kripto. Namun, instrumen yang berbeda mungkin memerlukan pengaturan parameter yang berbeda agar band menjadi efektif.

Apa itu Bollinger Bands dan bagaimana cara kerjanya?

Bollinger Bands adalah alat analisis teknikal yang membantu trader mengidentifikasi potensi pembalikan harga dan volatilitas di pasar. Bollinger Bands terdiri dari tiga garis: pita tengah, yang merupakan rata-rata bergerak sederhana; dan pita atas dan bawah, yang dihitung dengan menambahkan dan mengurangi deviasi standar dari pita tengah. Saat harga menyentuh pita atas, harga dianggap overbought, dan saat menyentuh pita bawah, harga dianggap oversold. Trader dapat menggunakan Bollinger Bands untuk menentukan titik masuk dan keluar untuk perdagangan mereka.

Dapatkah saya menambahkan Bollinger Bands ke lembar kerja Excel saya?

Ya, Anda bisa menambahkan Bollinger Bands ke lembar kerja Excel Anda. Untuk melakukannya, Anda perlu menghitung pita tengah, pita atas, dan pita bawah menggunakan rumus yang sesuai. Setelah dihitung, Anda bisa memplot pita-pita tersebut pada grafik Excel untuk memvisualisasikan pergerakan harga. Ada juga add-in Excel yang tersedia yang dapat secara otomatis menghitung dan memplot Bollinger Bands untuk Anda.

Lihat juga:

Anda Mungkin Juga Menyukainya