Cara Memplot Bollinger Bands di Excel: Panduan Langkah-demi-Langkah

post-thumb

Pelajari cara memplot Bollinger Bands di Excel selangkah demi selangkah

Dalam hal analisis teknikal, Bollinger Bands adalah perangkat populer yang digunakan para trader untuk menganalisis volatilitas harga dan mengidentifikasi potensi pembalikan tren. Jika Anda adalah pengguna Excel, Anda akan senang mengetahui bahwa Anda dapat dengan mudah memplot Bollinger Bands di Excel untuk menyempurnakan strategi trading Anda. Dalam panduan langkah demi langkah ini, kami akan menunjukkan cara memplot Bollinger Bands di Excel menggunakan rumus dan grafik sederhana.

Daftar isi

Untuk memulai, Anda perlu memiliki data harga historis untuk sekuritas yang Anda analisis. Data ini biasanya mencakup tanggal dan harga penutupan sekuritas untuk periode waktu tertentu. Setelah Anda memiliki data ini, Anda bisa mulai menghitung Bollinger Bands.

Langkah pertama adalah menghitung rata-rata bergerak dari harga penutupan. Rata-rata bergerak adalah indikator yang umum digunakan untuk memperhalus fluktuasi harga dan membantu mengidentifikasi tren. Di Excel, Anda dapat menggunakan fungsi AVERAGE untuk menghitung rata-rata bergerak untuk periode tertentu. Sebagai contoh, jika Anda ingin menghitung rata-rata pergerakan 20 hari, Anda dapat menggunakan rumus =AVERAGE(B2:B21), dengan asumsi harga penutupan berada di kolom B mulai dari baris ke-2.

Selanjutnya, Anda perlu menghitung deviasi standar dari harga penutupan. Deviasi standar mengukur volatilitas harga sekuritas. Di Excel, Anda bisa menggunakan fungsi STDEV.P untuk menghitung deviasi standar untuk periode tertentu. Misalnya, jika Anda ingin menghitung deviasi standar untuk periode 20 hari yang sama, Anda dapat menggunakan rumus =STDEV.P(B2:B21).

*Tip Pro: Jika Anda lebih suka bekerja dengan rata-rata bergerak dan deviasi standar berdasarkan rata-rata bergerak eksponensial (EMA), Anda dapat dengan mudah memodifikasi rumus agar sesuai dengan kebutuhan Anda. Cukup ganti AVERAGE dengan EMA dan STDEV.P dengan STDEV.S di dalam rumus.

Setelah rata-rata bergerak dan deviasi standar dihitung, Anda dapat memplot Bollinger Bands. Di Excel, Anda bisa membuat diagram garis sederhana untuk memvisualisasikan Bollinger Bands. Mulailah dengan memilih rentang data yang mencakup tanggal, rata-rata bergerak, dan deviasi standar. Kemudian, buka tab Sisipkan, klik ikon Bagan garis, dan pilih jenis bagan garis yang Anda inginkan.

Grafik garis yang dihasilkan akan menampilkan harga penutupan, rata-rata bergerak, dan Bollinger Bands atas dan bawah. Band atas dihitung dengan menambahkan dua kali deviasi standar pada moving average, sedangkan band bawah dihitung dengan mengurangkan dua kali deviasi standar dari moving average. Pita-pita ini berfungsi sebagai ukuran volatilitas harga dan dapat membantu para pedagang mengidentifikasi potensi sinyal beli dan jual.

Kesimpulannya, memplot Bollinger Bands di Excel adalah proses mudah yang dapat meningkatkan analisis teknikal Anda. Dengan menghitung moving average, standar deviasi, dan memplot Bollinger Bands atas dan bawah, Anda dapat memperoleh wawasan berharga mengenai volatilitas harga dan potensi pembalikan tren. Ingatlah untuk memperbarui data Anda secara teratur dan menyesuaikan periode yang sesuai dengan strategi trading Anda.

Baca Juga: Pembaruan Batas Waktu Perdagangan Chicago Cubs: Siapa yang Bergabung dengan Tim?

Ikhtisar

Bollinger Bands adalah alat analisis teknikal populer yang dapat digunakan untuk mengukur volatilitas harga dan mengidentifikasi peluang trading potensial. Band ini terdiri dari garis tengah, biasanya simple moving average (SMA), bersama dengan band atas dan band bawah yang didasarkan pada ukuran volatilitas, seperti deviasi standar.

Trader menggunakan Bollinger Bands untuk menganalisis pergerakan harga dan menentukan kapan sekuritas mengalami overbought atau oversold. Saat harga menyentuh atau melintasi di atas pita atas, ini mengindikasikan bahwa sekuritas tersebut overbought dan berpotensi menjadi sinyal jual. Sebaliknya, saat harga menyentuh atau melintasi di bawah pita bawah, ini dapat mengindikasikan bahwa sekuritas tersebut jenuh jual dan berpotensi menjadi sinyal beli.

Dalam panduan langkah demi langkah ini, kami akan menunjukkan kepada Anda cara memplot Bollinger Bands di Excel menggunakan data harga historis. Anda akan mempelajari cara menghitung SMA, deviasi standar, pita atas, dan pita bawah, serta cara memplotnya pada diagram garis untuk memvisualisasikan pita dan aksi harga.

IstilahDefinisi
Bollinger BandsAlat analisis teknikal yang terdiri dari garis tengah (SMA) dan pita atas dan bawah berdasarkan volatilitas.
Simple Moving Average (SMA)Harga rata-rata selama periode tertentu, yang digunakan sebagai garis tengah Bollinger Bands.
Standar DeviasiUkuran volatilitas harga, digunakan untuk menentukan lebar Bollinger Bands.
OverboughtKondisi saat sekuritas diyakini telah naik terlalu jauh, terlalu cepat, dan mungkin akan berbalik arah atau terkoreksi.
OversoldKondisi saat sekuritas diyakini telah turun terlalu jauh, terlalu cepat, dan mungkin akan mengalami rebound atau reli.

Apa yang dimaksud dengan Bollinger Bands?

Bollinger Bands adalah alat analisis teknikal populer yang digunakan oleh para pedagang untuk mengidentifikasi potensi pembalikan harga dan menentukan volatilitas sekuritas saat ini. Terdiri dari tiga garis: garis moving average (MA), pita atas, dan pita bawah.

Garis MA adalah garis tengah dari Bollinger Bands dan biasanya diatur ke moving average 20 periode. Garis ini mewakili harga rata-rata sekuritas dalam jangka waktu tertentu. Pita atas dihitung dengan menambahkan dua deviasi standar ke garis MA, sedangkan pita bawah dihitung dengan mengurangkan dua deviasi standar dari garis MA.

Lebar Bollinger Bands mengembang dan menyusut tergantung pada volatilitas sekuritas. Ketika harga lebih bergejolak, pita melebar, mengindikasikan volatilitas yang lebih tinggi. Demikian pula, ketika harga tidak terlalu bergejolak, pita-pita tersebut menyusut, mengindikasikan volatilitas yang lebih rendah.

Band atas dan bawah berfungsi sebagai level support dan resistance yang dinamis. Trader dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold. Ketika harga menyentuh atau melewati pita atas, ini bisa menjadi sinyal bahwa sekuritas tersebut sudah overbought dan akan mengalami koreksi harga. Sebaliknya, saat harga menyentuh atau melewati pita bawah, ini mungkin merupakan sinyal bahwa sekuritas tersebut jenuh jual dan akan mengalami kenaikan harga.

Baca Juga: Bisakah Anda Menghasilkan Uang di Forex? Mengungkap Potensi Penghasilan

Bollinger Bands dapat digunakan bersama dengan indikator teknikal lainnya untuk mengonfirmasi sinyal trading atau meningkatkan probabilitas keberhasilan trading. Indikator ini sangat populer dalam strategi mengikuti tren dan dapat membantu para pedagang mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang potensial.

Secara keseluruhan, Bollinger Bands adalah alat serbaguna yang dapat membantu para pedagang dalam membuat keputusan perdagangan yang tepat berdasarkan volatilitas harga dan potensi pembalikan harga sekuritas. Bollinger Bands memberikan representasi visual pergerakan harga dan dapat dengan mudah diplot di Excel menggunakan rumus matematika dan fitur grafik.

PERTANYAAN UMUM:

Apa itu Bollinger Bands?

Bollinger Bands adalah alat analisis teknikal yang terdiri dari tiga garis yang digambarkan pada grafik harga. Garis tengah adalah rata-rata bergerak sederhana, dan dua garis lainnya adalah deviasi standar dari garis tengah. Indikator ini digunakan untuk mengukur volatilitas dan mengidentifikasi potensi pembalikan tren.

Mengapa Bollinger Bands berguna dalam trading?

Bollinger Bands berguna dalam trading karena memberikan representasi visual volatilitas dan pergerakan harga. Trader dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi kapan pasar overbought atau oversold, serta untuk melihat potensi perubahan tren. Indikator ini juga bekerja dengan baik bersama dengan indikator lain untuk mengonfirmasi sinyal trading.

Bagaimana cara menghitung Bollinger Bands di Excel?

Untuk menghitung Bollinger Bands di Excel, Anda harus terlebih dahulu menghitung garis tengah, yang merupakan rata-rata bergerak sederhana. Kemudian, Anda perlu menghitung pita atas dengan menambahkan dua deviasi standar ke garis tengah, dan pita bawah dengan mengurangkan dua deviasi standar dari garis tengah. Terakhir, plotkan nilai-nilai ini pada grafik harga untuk membuat Bollinger Bands.

Dapatkah Bollinger Bands digunakan untuk perdagangan harian?

Ya, Bollinger Bands dapat digunakan untuk perdagangan harian. Faktanya, indikator ini biasanya digunakan oleh para trader harian untuk mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold jangka pendek di pasar. Trader dapat menggunakan Bollinger Bands bersama dengan indikator teknikal lainnya untuk menemukan titik masuk dan keluar yang potensial dalam strategi trading harian mereka.

Apakah Bollinger Bands efektif dalam menentukan pembalikan pasar?

Bollinger Bands bisa efektif dalam menentukan pembalikan pasar, tetapi tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk membuat keputusan trading. Seperti alat analisis teknikal lainnya, Bollinger Bands paling efektif jika digunakan bersama dengan indikator dan metode analisis lainnya. Trader harus mempertimbangkan faktor lain seperti garis tren, volume, dan sentimen pasar sebelum mengonfirmasi pembalikan pasar berdasarkan Bollinger Bands saja.

Lihat juga:

Anda Mungkin Juga Menyukainya